Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, BOGOR – Rumah Zakat melatih 42 relawan dari enam cabang dalam Volunteer Basic Training (VBT) 2026 di Kabupaten Bogor selama tiga hari, Minggu (12/07/2026).
Pelatihan ini berlangsung di Camping Ground Villa Pink, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut bertujuan mencetak relawan yang siap berkontribusi dalam aksi kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan pemberdayaan masyarakat.
Sebanyak 42 peserta berasal dari enam cabang Rumah Zakat, yaitu Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Bintaro, dan Cilegon. Tema yang diusung adalah “Relawan Kemanusiaan yang Berdampak dan Berkelanjutan”.

Peserta menerima pembekalan pengetahuan Islam dari Muhammad Ali Akbar dari Humanitarian Division Rumah Zakat. Materi Medical First Response (MFR) disampaikan oleh dr. Eky Danu Fahrizal dan Ns. Indra Rukmana Hamim.
Manajemen bencana dibimbing oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor. Selain itu, Badan SAR Nasional (BASARNAS) memberikan pelatihan tentang Search and Rescue (SAR), survival, safeguarding, serta kepemimpinan dalam situasi darurat.
Selain pembelajaran di alam, para peserta juga mengikuti long march menuju lokasi pelatihan. Mereka turut serta dalam simulasi penanganan bencana yang dirancang untuk melatih asesmen lapangan, koordinasi tim, pertolongan pertama, dan pengambilan keputusan darurat.
CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha, menyatakan Volunteer Basic Training (VBT) adalah agenda tahunan. Kegiatan ini merupakan bagian dari regenerasi relawan kemanusiaan yang berintegritas dan semangat kolaborasi.
“Relawan adalah ujung tombak misi kemanusiaan. Karena itu, mereka harus terus meningkatkan kapasitas dan selalu siap hadir membantu masyarakat di berbagai situasi,” Ujar Irvan Nugraha.
Ketua Pelaksana Volunteer Basic Training 2026, Rulyando Rizky Juliansyach, menyebut pelatihan ini didukung oleh Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) dan Cita Sehat Foundation (CSF). Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak.
“Volunteer Basic Training menjadi langkah awal mencetak relawan yang peduli, kompeten, dan berkomitmen menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” Ujar Rulyando Rizky Juliansyach.
Salah satu peserta dari Cabang Depok, Rifaza Saulimatema, mengakui banyak pengalaman dan pembelajaran diperoleh selama kegiatan. Ia merasa termotivasi untuk terus berkontribusi dalam aksi kemanusiaan.
“Volunteer Basic Training tidak hanya membekali kami dengan keterampilan, tetapi juga membentuk mental dan semangat untuk terus siap mengabdi dalam setiap aksi kemanusiaan,” Ungkap Rifaza Saulimatema.
Melalui VBT 2026, Rumah Zakat berharap dapat melahirkan semakin banyak relawan berkapasitas tinggi. Mereka diharapkan memiliki kompetensi teknis, karakter kuat, dan semangat kolaborasi untuk menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia.
