Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, BOGOR – Persoalan sanitasi dan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan masyarakat di Kabupaten dan Kota Bogor, Senin (5/10/2026).
Kondisi tersebut mendorong Prudential Indonesia memperluas program pemberdayaan masyarakat melalui Desa Maju Prudential.
Program ini mencakup pembangunan rumah layak huni, fasilitas sanitasi, edukasi kesehatan, serta pengelolaan lingkungan.
Pada 2025, akses rumah tangga terhadap sanitasi layak tercatat 67,17 persen di Kabupaten Bogor dan 74,41 persen di Kota Bogor.
Sementara akses sanitasi aman di Kota Bogor baru mencapai 10,78 persen. Timbunan sampah juga masih tinggi, sekitar 750 ton per hari di Kota Bogor dan 3.000 ton per hari di Kabupaten Bogor.
Prudential Indonesia kemudian mengembangkan fase ketiga Desa Maju Prudential di Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Hingga Agustus 2026, program tersebut telah memberikan manfaat kepada 648 penerima manfaat langsung dan 23.655 penerima manfaat tidak langsung.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Zulkarnaen mengatakan kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan tempat tinggal.
“Prudential Indonesia memiliki tujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kesehatan yang lebih baik di setiap tahapan kehidupannya. Kami melihat bahwa kesehatan tidak dapat dipisahkan dari lingkungan tempat masyarakat tinggal dan beraktivitas,” Ujar Zulkarnaen.
Program tersebut juga melibatkan 482 PRUVolunteers yang terdiri dari karyawan dan Tenaga Pemasar. Salah satu penerima manfaat, Pujiani, menyebut program memberikan pengetahuan mengenai kebersihan rumah, penggunaan toilet, dan pengelolaan sampah.
National Director Habitat for Humanity Indonesia Handoko Ngadiman menilai penyediaan rumah yang aman dan layak huni menjadi salah satu langkah awal untuk meningkatkan kesehatan keluarga pra-sejahtera.











