Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, BOGOR – Hujan deras akhirnya mengguyur sejumlah wilayah Bogor setelah kemarau panjang, Sabtu (18/7/2026).
Hujan mulai turun di wilayah Cibinong, Bogor, pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIB dengan intensitas awal yang ringan. Tak sampai 10 menit, curah hujan meningkat drastis menjadi deras dan berlanjut hingga sekitar pukul 21.30 WIB.
Sebelumnya, kawasan Cibinong dan sekitarnya telah mengalami kekeringan selama beberapa hari. Kondisi ini berdampak pada kesulitan warga dalam memperoleh air bersih.
Kegembiraan atas turunnya hujan dirasakan oleh Radit (34), salah seorang warga yang ditemui. Ia merasa suasana malam itu menjadi jauh lebih sejuk.
“Alhamdulillah ini hujan lagi, biasanya kan panas banget. Jadi ini ada sejuknya sedikit,” Ujar Radit.
Radit juga mengungkapkan harapannya agar hujan ini dapat membantu meredakan dampak kekeringan di berbagai daerah. Ia berharap warga tidak lagi kesulitan mencari pasokan air bersih.
“Beberapa daerah juga kan mulai kekeringan gara-gara kemarau, jadi semoga hujan ini bisa ngebantu deh,” Harapnya.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa bencana kekeringan telah melanda 13 dari total 40 kecamatan. Kondisi ini mengakibatkan 42.691 jiwa dari 12.735 Kepala Keluarga (KK) kekurangan air bersih.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, pada Kamis (16/7/2026). Ribuan warga terdampak kekeringan tersebar di 29 desa di seluruh 13 kecamatan tersebut.
“Taksiran dampak kekeringan atau krisis air bersih terjadi di 13 kecamatan, dari total 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Untuk warga yang terdampak sebanyak 42.691 jiwa dari 12.735 KK (kepala keluarga),” Ujar M Adam Hamdani.
Adam menambahkan bahwa bencana kekeringan ini sudah teridentifikasi sejak awal Juni lalu. Kecamatan Rancabungur menjadi wilayah dengan sebaran kekeringan terluas, mencakup enam desa.
Sebagai respons, tim BPBD telah aktif mendistribusikan air bersih sejak 10 Juni 2026 ke 74 titik. Hingga kini, total 350 ribu liter air bersih telah disalurkan kepada warga terdampak.
Setiap pengiriman air bersih oleh BPBD rata-rata berjumlah antara 5.000 hingga 8.000 liter untuk memenuhi kebutuhan warga.











