ENGLISHEN
Home Bencana Alam Ciliwung Surut, Warga Bogor Cuci Baju di Tengah Sungai

Ciliwung Surut, Warga Bogor Cuci Baju di Tengah Sungai

Warga Kampung Pulo Geulis, Bogor, terpaksa mencuci pakaian di tengah Sungai Ciliwung akibat kemarau panjang yang mengeringkan sumber air di tepi sungai. Debit air sungai menyusut drastis.

Ciliwung Surut, Warga Bogor Cuci Baju di Tengah Sungai
Share

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, BOGOR – Kemarau panjang menyebabkan debit Sungai Ciliwung di Kota Bogor menyusut, sehingga warga Kampung Pulo Geulis mencuci pakaian di aliran sungai, Senin (3/8/2026).

Menyusutnya debit air menyebabkan sumber air di tepi sungai mengering, sehingga warga harus melakukan aktivitas cuci pakaian di bagian tengah sungai yang masih memiliki aliran air. Selain itu, pasokan air bersih juga semakin terbatas, mendorong warga untuk membeli air atau meminta pasokan dari tetangga untuk kebutuhan memasak dan minum.

Pemandangan tidak biasa terlihat pada pagi hari di kawasan Pulo Geulis. Sejumlah warga memanfaatkan bebatuan besar yang muncul di dasar sungai sebagai alas untuk mencuci pakaian.

Aktivitas tersebut dilakukan di tengah sungai karena aliran air di tepi sungai sudah mengering.

“Ya sudah 1 bulan ini ya. Biasanya kalau nyuci di pinggir, kan ada sumber air, tetapi sekarang kering. Jadi pindah ke tengah sungai,” Ujar Latifah (43), salah seorang warga Pulo Geulis.

Kondisi ini merupakan dampak nyata dari kemarau berkepanjangan yang tidak hanya mengubah kebiasaan warga, tetapi juga memengaruhi ketersediaan air bersih di permukiman sekitar. Debit Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa sempat mencapai titik 0 sentimeter, jauh di bawah status normal.

Dengan kondisi tersebut, volume air yang dialirkan menuju Jakarta melalui Sungai Ciliwung hanya sekitar 200 liter per detik. Penyusutan debit sungai juga berpotensi memengaruhi pasokan air bersih dan ekosistem di sepanjang aliran Ciliwung jika cuaca kering terus berlanjut.

Share
Related Articles

DMCA.com Protection Status

Kanal

© 2019 - 2026 | PT. Express Persada Linuhung. All Right Reserved