Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Karawang menertibkan 117 bangunan liar dan 78 jembatan permanen di kawasan Rengasdengklok, Kamis (23/07/2026).
Tindakan tegas ini merupakan bagian penting dari program penataan wilayah Karawang utara. Secara keseluruhan, ada 117 bangunan liar dan 78 jembatan permanen yang dibongkar.
Bangunan serta jembatan tersebut berdiri di atas saluran air, baik untuk kepentingan pribadi maupun umum. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karawang mencatat data pembongkaran ini.
Penertiban dilakukan di sepanjang Jalan Raya Cikangkung hingga meluas ke jalan raya di Kecamatan Jayakerta. Selain itu, wilayah Tirtajaya dan Batujaya juga menjadi fokus penertiban serupa.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menekankan tujuan utama dari penataan ini. Dia menyatakan bahwa langkah ini melampaui sekadar pembongkaran bangunan.
“Penataan ini bukan sekadar membongkar bangunan liar, tetapi mengembalikan fungsi drainase dan saluran sungai agar air dapat mengalir dengan lancar,” Ujar Aep Syaepuloh.
Aep menambahkan, keberadaan bangunan liar dan jembatan di atas saluran air telah menghambat fungsi drainase secara signifikan. Kondisi tersebut menyebabkan saluran air menyempit dan tersumbat.
“Aliran air tidak berjalan optimal sehingga ketika hujan dengan intensitas tinggi turun, air mudah meluap dan menggenangi jalan serta permukiman warga. Ya karena di atas saluran air itu dipenuhi bangunan liar,” Katanya.
Kegiatan penertiban ini juga menjadi solusi untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah utara Karawang saat musim hujan. Keluhan masyarakat terkait banjir selama ini menjadi perhatian serius.
Sebagai bagian integral dari penataan wilayah utara Karawang, Pemerintah Kabupaten Karawang juga merencanakan pembangunan infrastruktur baru. Rencana ini termasuk pembangunan jalan alternatif.
Jalan alternatif ini akan berfungsi menghubungkan area Tanjungpura menuju Rengasdengklok. Jalur tersebut direncanakan dibangun di sisi irigasi.
Jalan ini nantinya akan terhubung hingga kawasan Pasar Baru Proklamasi Rengasdengklok. Kehadiran jalan alternatif ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh warga.
Tidak hanya itu, pembangunan jalan ini juga diproyeksikan memberikan dorongan besar bagi efisiensi distribusi ekonomi antar-wilayah. Ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
