Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, KABUPATEN BEKASI – Pemkab Bekasi memperkuat pendidikan vokasi berbasis industri untuk menekan pengangguran, Kamis (23/07/2026).
Pemkab Bekasi meningkatkan intensitas pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Tambun Utara. Penguatan kelembagaan dan kualitas instruktur juga menjadi bagian dari upaya tersebut.
Selain itu, pemerintah mendorong sinergi dengan sekolah-sekolah vokasi agar materi pembelajaran praktik lebih selaras dengan kebutuhan industri saat ini.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan, langkah tersebut menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sekaligus mengurangi angka pengangguran yang masih berada di kisaran delapan persen.
Sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar menyerap tenaga kerja. Namun, peluang tersebut harus didukung kesiapan kompetensi para pencari kerja.
Pemerintah daerah juga akan memperkuat kerja sama dengan pengelola 11 kawasan industri untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja secara berkala. Hasil pemetaan itu akan menjadi dasar penyusunan program pelatihan yang lebih tepat sasaran.
Melalui pola tersebut, pemerintah berharap tercipta keterhubungan yang kuat antara dunia pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan industri sehingga lulusan vokasi lebih siap memasuki dunia kerja.
Asep juga mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Ketenagakerjaan guna memperluas akses pelatihan kerja yang relevan dengan perkembangan teknologi dan industri manufaktur modern.
“Vokasi harus menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja lokal agar lebih banyak warga Bekasi terserap di dunia kerja,” Ujar Asep Surya Atmaja.
