Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, BOGOR – Kebun Raya Bogor mengembangkan wisata berbasis pengalaman melalui edukasi dan praktik langsung untuk meningkatkan kepedulian terhadap konservasi, Senin (10/8/2026).
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa konsep ini memperluas fungsi kebun raya sebagai ruang interaksi masyarakat dengan alam. Inisiatif tersebut bertujuan agar masyarakat tidak hanya sekadar menikmati koleksi tumbuhan.
Pengalaman yang didapatkan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap konservasi tumbuhan. Kebun Raya Bogor menyediakan berbagai kelas edukasi praktis yang menarik minat pengunjung.
Beberapa kelas yang ditawarkan meliputi pembuatan kompos, propagasi tanaman buah atau mencangkok, tanaman buah dalam pot (tabulapot), kokedama, Nepenthes, terrarium, Platycerium, kultur jaringan, Oshibana, hingga ecoprint. Peserta di kelas-kelas ini menerima materi dan langsung mempraktikkannya dengan pendampingan fasilitator.
“Kebun Raya bukan hanya tempat untuk melihat dan menikmati koleksi tumbuhan. Di sini masyarakat juga dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan tumbuhan melalui berbagai aktivitas,” Ujar Zaenal Arifin.
Pendekatan berbasis pengalaman ini membuat proses pembelajaran tentang tumbuhan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pengunjung dapat mengetahui langsung proses perbanyakan dan perawatan tumbuhan hingga pemanfaatannya menjadi produk kreatif.
“Ketika seseorang terlibat langsung dalam sebuah proses, pengalaman belajarnya akan berbeda. Karena itu, kelas-kelas ini kami rancang agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mencoba dan menghasilkan sesuatu dari proses tersebut,” Ujarnya.
Salah satu aktivitas populer yang dikembangkan adalah Oshibana, seni membuat karya dari bunga dan dedaunan kering melalui teknik tekan. Dalam kelas tersebut, peserta belajar teknik dasar Oshibana dan mempraktikkannya dengan material tumbuhan yang telah disediakan.
Nama Oshibana sendiri berasal dari bahasa Jepang, ‘oshi’ berarti ditekan dan ‘bana’ berarti bunga. Aktivitas ini melatih kreativitas, ketelitian, fokus, dan kesabaran dalam menyusun material tumbuhan menjadi komposisi seni.
Program edukasi ini terbuka bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, keluarga, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas. Konsep serupa juga diterapkan di kebun raya lain yang dikelola PT Mitra Natura Raya sebagai mitra strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan program yang disesuaikan karakteristik masing-masing kebun raya.
Pengembangan kegiatan ini diharapkan menjadikan kunjungan masyarakat tidak sekadar rekreasi, melainkan kesempatan mengenal keanekaragaman hayati dan memahami pentingnya konservasi.
“Pada akhirnya, kami ingin masyarakat pulang dari Kebun Raya tidak hanya membawa foto atau hasil karya, tetapi juga membawa pengetahuan dan pengalaman baru tentang tumbuhan,” Kata Zaenal Arifin.
Aurora (15), salah seorang peserta kelas Oshibana, menyatakan mendapatkan pengalaman baru mengenai pengolahan bunga. Ia juga menyukai hal-hal seni visual dan estetika bunga.
Setelah mengikuti kelas edukasi ini, Aurora mengaku jadi tahu bagaimana proses menata dan mengawetkan bunga dengan teknik Oshibana. Peserta lainnya, Arsyad, menilai kegiatan ini dapat menjadi sarana mengembangkan kreativitas dan melatih kesabaran.
Arsyad menambahkan bahwa seni Oshibana unik dan berbeda dari kerajinan tangan pada umumnya. Manfaat utama yang dirasakannya adalah melatih kesabaran.











