Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama Kabinet Merah Putih di Istana Bogor untuk mengevaluasi dua tahun kepemimpinannya, Jumat (16/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Presiden untuk memperkuat kebersamaan dan koordinasi di antara jajaran kabinet dalam menjalankan program pemerintahan.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa suasana rapat berlangsung dengan semangat kebersamaan. Ia menilai hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga soliditas pemerintahan.
“Tadi kan bersyukur ya, dua tahun kerja ya, dan Presiden membangun kebersamaan,” Ujar Maruarar
Selain membahas koordinasi internal, rapat tersebut turut menyinggung hubungan diplomatik Indonesia dengan sejumlah negara sahabat. Maruarar menilai hubungan tersebut berjalan baik sesuai prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Ia menyebut hubungan Indonesia dengan Rusia, Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara-negara di kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari upaya menjaga persahabatan serta kerja sama internasional.
Menurut Maruarar, pendekatan diplomasi tersebut mencerminkan upaya Indonesia membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai negara tanpa meninggalkan prinsip politik luar negeri yang dianut.
Dalam kesempatan yang sama, Maruarar juga menyampaikan sejumlah agenda di sektor perumahan kepada Presiden Prabowo. Agenda tersebut mencakup rencana kunjungan Presiden untuk meninjau program pembangunan dan pengembangan perumahan di sejumlah daerah.
Maruarar menyebut Presiden telah diundang untuk menghadiri agenda terkait program 2,4 juta genteng di Majalengka, Jawa Barat, pada 8 November 2026. Kunjungan berikutnya direncanakan berlangsung di Malang pada 17 Desember 2026.
Agenda di Malang tersebut berkaitan dengan program perumahan yang mencakup 71 ribu rumah. Rencana kunjungan itu diharapkan menjadi bagian dari peninjauan pelaksanaan program sektor perumahan yang menjadi salah satu perhatian pemerintah.
“Saya juga sudah undang Presiden kaitan perumahan, tanggal 8 November untuk 2,4 juta genteng di Majalengka dan tanggal 17 Desember di Malang, 71 ribu rumah,” Ujar Maruarar.
Pertemuan di Istana Bogor tersebut membahas penguatan kebersamaan kabinet, hubungan luar negeri, serta agenda pembangunan perumahan. Sejumlah rencana tindak lanjut akan dilaksanakan melalui kegiatan pemerintahan dan kunjungan kerja Presiden dalam beberapa bulan mendatang.








