Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, BOGOR – Seorang pengamen diduga menjadi korban pengeroyokan di Jonggol usai mengacungkan jari tengah, Kamis (23/7/2026).
Peristiwa itu bermula dari laporan keributan yang diterima Polsek Jonggol. Petugas piket langsung mendatangi lokasi, namun korban maupun para terduga pelaku sudah meninggalkan tempat kejadian.
Kapolsek Jonggol Kompol Hida Tjahjono mengatakan polisi kemudian memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi kejadian.
“Anggota piket segera mendatangi TKP, namun ternyata baik korban maupun pelaku sudah tidak berada di lokasi kejadian,” Ujar Hida Tjahjono.
Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula saat pengamen melintas di pertigaan Alun-alun Jonggol dan diduga dalam kondisi mabuk.
Saat berpapasan dengan sekelompok pemuda, korban diduga mengacungkan jari tengah yang memicu kesalahpahaman dan menyulut emosi.
Akibatnya, pengamen tersebut menjadi sasaran pemukulan oleh sejumlah pemuda di lokasi.
Beruntung, warga sekitar segera melerai keributan sehingga aksi kekerasan tidak berlanjut. Korban kemudian pulang bersama kakaknya yang juga mengamen di kawasan Alun-alun Jonggol.
Polisi menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk aksi main hakim sendiri dan terus mengusut kasus tersebut.
“Saat ini perkaranya masih dalam tahap penyelidikan Unit Reskrim Polsek Jonggol,” Pungkas Hida Tjahjono.
