Senin, 21 September 2026
Hot

Saat Bogor Merindukan Rintik Hujan

Kota Bogor yang dulunya dijuluki Kota Hujan kini menghadapi suasana kering dan warga merindukan rintiknya.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, BOGOR – Kota Bogor yang dikenal sebagai Kota Hujan kini menghadapi suasana kering dan warga menantikan datangnya air, Jum’at (18/9/2026).

Suasana kering dan terik matahari yang lama mendominasi membuat tanah mulai retak di berbagai wilayah. Warga setempat juga mulai menghadapi kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih.

Kerinduan terhadap hujan semakin memuncak menyusul insiden kebakaran besar di TPAS Galuga, Kabupaten Bogor. Kobaran api pada gunungan sampah itu baru bisa padam total setelah berlangsung selama sembilan hari.

Article ad in the middle of article

Asap pekat, bau menyengat, serta gangguan pernapasan sempat melanda permukiman warga sekitar selama lebih dari sepekan. Kebakaran serupa juga dilaporkan melanda lahan kosong, ilalang, ruko, hingga rumah warga di beberapa titik lain.

Masyarakat bersama-sama memanjatkan doa di masjid, pesantren, maupun sekitar lokasi TPAS Galuga agar air segera turun. Sejumlah warga juga menggelar istighosah serta ritual adat demi mengharapkan kepastian cuaca.

“Ya Allah, turunkanlah hujan di Kota Hujan…”

ujar Ernis Yusmita dan Sheila Nurulita kepada bogor.viva.co.id di Bogor, Jumat, 18 September 2026.

Sumur warga yang mulai mengering dan menyusutnya aliran sungai menjadi pukulan telak bagi daerah yang puluhan tahun menyandang identitas tersebut. Kondisi ini menyadarkan masyarakat bahwa keberadaan air hujan sangat vital bagi kelangsungan hidup.

Article ad after last paragraph