Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, BOGOR – Klaim Presiden Prabowo Subianto tentang upah pengupas bawang Rp700 ribu per kilogram dibantah warga Bogor, yang menyebut upah riil hanya Rp1.200 per kilogram. (17/08/2026)
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram dalam Pidato Kenegaraan telah memicu perdebatan luas di media sosial. Angka fantastis tersebut dinilai sangat bertolak belakang dengan kondisi riil upah harian pekerja di lapangan.
Melalui sebuah video yang diunggah akun TikTok @bangafri, seorang warga Pabuaran, Cimanggis, Kota Bogor, membantah klaim tersebut secara langsung. Warga tersebut membeberkan bahwa upah yang diterima pengupas bawang di wilayahnya kenyataannya hanya berkisar Rp1.200 per kilogram.
Dalam video, sang perekam berbicara dengan sejumlah ibu-ibu pengupas bawang di Kedung Badak Cimanggis, RT 2 RW 2, Kota Bogor. Dialog yang direkam ini menjadi bukti nyata perbedaan upah yang drastis.
“Assalamualaikum Pak Prabowo, tuh. Nih saya di Kota Bogor, Kedung Badak Cimanggis, RT 2 RW 2, banyak yang ngupasin bawang Pak Prabowo. Tuh,” ucap sang perekam dalam video tersebut, seperti dikutip SuaraJabar.id.
Kemudian, seorang ibu-ibu berbaju kuning merespons dengan tawa. “Parah, di sini mah murah banget Pak. Kilonya cuma seribu,” kata ibu tersebut.
Saat ditanya berapa upah per kilogram, ibu itu menjawab, “Sekilo di sini 1.200.”
Perekam video lantas membandingkan angka itu dengan klaim Presiden. “1.200? Katanya sama Pak Prabowo Rp700.000 sekilonya,” ucapnya.
Ibu tersebut kembali tertawa dan berkata, “Hahaha… Mana ada, kalau Bapak mah Rp12.000.”
Perekam video melanjutkan, “Tuh 10 kg Rp12.000 Pak Prabowo. Ini Rp700.000 di mana? Kabupaten Bogornya? Ini di Kota Bogor ini nih. Ayo Pak Prabowo ke mari dah, ya,” tukasnya.
Dengan perhitungan upah Rp1.200 per kilogram, seorang pekerja yang sanggup mengupas hingga 10 kilogram bawang hanya akan mengantongi sekitar Rp12 ribu per hari. Perbedaan drastis antara klaim Rp700 ribu dan upah riil Rp1.200 per kilogram ini langsung memicu gelombang respons dari warganet di media sosial.
Perekam video juga secara terang-terangan mengajak Presiden Prabowo untuk datang langsung melihat kondisi riil di Kota Bogor. Ajakan ini menegaskan pentingnya meninjau langsung kondisi lapangan untuk memahami realitas ekonomi masyarakat.


