Findy Alfiansyah Penulis
HARIANEXPRESS, BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan Sensus Ekonomi 2026 krusial sebagai fondasi pembangunan daerah hingga 2036. (31/8/2026)
Rudy menyampaikan hal ini saat memimpin rapat pemaparan Badan Pusat Statistik (BPS) dan pembahasan rencana tindak lanjut Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bogor. Pembangunan wilayah harus berdasarkan data akurat, bukan imajinasi, karena sensus ini dilakukan setiap 10 tahun sekali.
Perpanjangan pendataan selama 10 hari ke depan harus dioptimalkan oleh seluruh perangkat daerah. Bupati meminta camat, kepala desa, lurah, dan organisasi perangkat daerah bekerja sama dengan BPS untuk memastikan data yang dikumpulkan lengkap dan akurat.
“Kita membangun wilayah tidak berangkat dari sebuah imajinasi. Kita berangkat dari sebuah data. Sensus ekonomi ini bukan sesuatu yang sederhana, karena hasilnya akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Bogor sampai 10 tahun ke depan,” Tegas Rudy Susmanto.
Rudy juga menekankan pentingnya memastikan data yang disajikan benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan. Hal ini penting karena hasil sensus turut menjadi pertimbangan dunia usaha dan investor.
“Sepuluh hari ke depan akan menentukan mau dibawa ke mana Bogor untuk 10 tahun ke depan. Saya meminta tenaga, pikiran, dan kebersamaan seluruh jajaran untuk menyempurnakan data ini,” Katanya.
Penjabat Bupati meminta agar seluruh aktivitas ekonomi, termasuk sektor pertanian dan non-pertanian, tercatat dengan baik. Usaha berbasis digital yang berproduksi dari rumah dan berjualan daring harus dipastikan masuk dalam pendataan.
Selain itu, Rudy Susmanto juga meminta sinkronisasi data antar perangkat daerah dan penyempurnaan data sosial ekonomi serta administrasi kependudukan. Penyelesaian sensus ini juga menjadi momen evaluasi kondisi ekonomi Kabupaten Bogor selama satu dekade terakhir.
Keberhasilan pembangunan Bogor membutuhkan kolaborasi dengan dunia usaha dan investor, tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Setiap kebijakan terkait dunia usaha dan investasi akan tetap dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“APBD tidak akan cukup untuk membangun Bogor sendirian. Kita membutuhkan pelaku usaha, kita membutuhkan dunia usaha. Karena itu, kita harus menciptakan iklim yang membuat investor nyaman berinvestasi di Kabupaten Bogor,” Tutur Rudy Susmanto.
Rudy menegaskan bahwa sensus ini adalah untuk menyelamatkan Bogor, Jawa Barat, bahkan Indonesia untuk 10 tahun ke depan, bukan hanya pemerintah Kabupaten Bogor pada tahun 2026.


