Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, BOGOR – Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan STAI Aisyah Binti Abu Bakar di Kabupaten Bogor, Sabtu (18/07/2026).
Perguruan tinggi ini kini menerima mahasiswi dari berbagai negara seperti Jerman, Suriah, Sudan, Jepang, dan Tiongkok, selain dari Indonesia. Bahasa Arab dan Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa pengantar dalam proses perkuliahan di kampus tersebut.
Setiap mahasiswi juga diwajibkan untuk menghafal 30 juz Al-Qur’an sebagai salah satu syarat kelulusan. Nasaruddin Umar berpendapat bahwa kehadiran perguruan tinggi khusus perempuan ini memperluas kesempatan bagi muslimah dalam menempuh pendidikan tinggi.
Ini juga memungkinkan muslimah mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat. Menteri Agama menyatakan kebanggaannya atas pendirian kampus ini.
“Saya bangga ada perguruan tinggi khusus perempuan. Mudah-mudahan dari kampus ini lahir mufassirah, ulama perempuan, dan pemikir-pemikir Islam yang moderat,” Ujar Nasaruddin Umar.
Ia juga berharap lulusan STAI Aisyah tidak hanya memiliki pemahaman keislaman kuat, tetapi juga penguasaan bahasa asing dan wawasan global. Hal ini penting agar mereka mampu berinteraksi dengan perkembangan dunia.
“Saya berharap STAI Aisyah mampu melahirkan lulusan yang menguasai Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta memiliki wawasan global tanpa harus selalu belajar ke luar negeri,” Ujarnya.
Dalam sambutannya, Nasaruddin menyinggung pentingnya pendidikan tinggi bagi perempuan sebagai investasi sumber daya manusia. Kompetensi akademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, spiritualitas, dan kemampuan memimpin.
“Kita memerlukan kekuatan intelektual, kekuatan spiritual, sekaligus kekuatan fisik. Ketiganya harus berjalan beriringan agar mampu melahirkan generasi yang unggul,” Katanya.
Menurut Nasaruddin, perempuan harus memperoleh kesempatan sama untuk melanjutkan pendidikan serta berkiprah di berbagai bidang. Ruang tersebut mencakup peran sebagai akademisi, peneliti, pemimpin, hingga tokoh di masyarakat.
Peningkatan akses perempuan terhadap perguruan tinggi merupakan bagian dari tantangan pendidikan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dicantumkan pihak kampus, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi pada tahun 2025 adalah 32,89 persen.
Pemerintah menargetkan peningkatan APK tersebut menjadi 38,04 persen pada tahun 2029. Ketua Yayasan STAI Aisyah Binti Abu Bakar, Edi Suwanto, menyatakan kampus ini diarahkan untuk memadukan pendidikan syariah dengan kemampuan yang dibutuhkan di dunia modern.
“Peresmian ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari cita-cita besar kami untuk menjadikan STAI Aisyah sebagai kampus muslimah bertaraf internasional yang memadukan ilmu syariah, bahasa internasional, riset, kepemimpinan, teknologi, serta akhlak mulia,” Kata Edi Suwanto.
