Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, BOGOR – Kelurahan Mekarwangi memperkuat program stunting, pengelolaan sampah, urban farming, dan UMKM untuk pembangunan lingkungan, Kamis (23/07/2026).
Lurah Mekarwangi, Muhammad Nur, menyebut keberhasilan pembangunan wilayahnya berkat kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Sinergi ini kunci mewujudkan lingkungan bersih, sehat, dan produktif.
Penanganan stunting menjadi program prioritas melalui Program Bapak Asuh Stunting. Ini melibatkan pemangku kepentingan dan pelaku usaha sebagai orang tua asuh, mencakup bantuan gizi, pendampingan, serta edukasi kesehatan ibu hamil dan menyusui.
“Program ini tidak hanya memberikan bantuan makanan bergizi, tetapi juga pendampingan dan edukasi kesehatan bagi ibu hamil serta ibu menyusui agar penanganan stunting dilakukan secara menyeluruh,” ujar Muhammad Nur.
TPS 3R Mekar Mandiri menjadi percontohan pengelolaan sampah di Kelurahan Mekarwangi sejak 2023. Fasilitas hasil kolaborasi Pemkot Bogor dan WWF ini mampu mengolah sampah plastik bernilai rendah serta mengurangi kiriman sampah ke TPA.
Selain itu, Kelurahan Mekarwangi juga mendukung pembangunan PSEL Kayumanis dengan mengedukasi warga Ring 1 untuk memilah sampah dari rumah.
“Kami terus mengedukasi masyarakat agar sampah dipilah sejak dari rumah menjadi organik dan anorganik,” Ujarnya.
Muhammad Nur optimistis PSEL Kayumanis mampu meminimalkan dampak lingkungan dan emisi. Teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik ini dinilai lebih ramah lingkungan.
Ketahanan pangan dikembangkan melalui urban farming, seperti budidaya pangan mandiri di RW 11 Vila Mutiara Bogor yang diperkuat pompa air CSR 2025. Program serupa ada pada budidaya hidroponik oleh ibu rumah tangga di Perumahan Bukit Mekarwangi.
Kegiatan ini memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Potensi UMKM Mekarwangi meliputi Rumah Kopi Bogor, olahan singkong, dan kerajinan rumah tangga yang menyerap tenaga kerja lokal.
Kelurahan memperketat pengawasan minimarket dan supermarket, mewajibkan perizinan, serta mendorong kontribusi CSR. Pembangunan kini fokus pada pengisian area yang ada, tidak lagi pembukaan perumahan baru masif.
“Kami terus melakukan monitoring dan meminta setiap pelaku usaha memenuhi seluruh perizinan. Kami juga mendorong mereka berkontribusi terhadap program sosial dan lingkungan melalui CSR,” Tegas Muhammad Nur.
Melalui penguatan program stunting, pengelolaan sampah, urban farming, pemberdayaan UMKM, dan pengawasan pembangunan, Kelurahan Mekarwangi optimis menjadi kawasan berdaya saing, ramah lingkungan, dan menarik investasi di Kota Bogor.
