Sabtu, 12 September 2026
Hot

Kualitas Udara Bogor Berstatus Sedang Pasien ISPA Naik

Pemkot Bogor mengimbau warga waspada setelah kualitas udara berstatus sedang dan pasien ISPA tercatat bertambah menjadi 1.544 orang.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor mengimbau kelompok rentan meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyusul penurunan kualitas udara, Sabtu (12/9/2026).

Hasil pemantauan pada Jumat (11/9/2026) menunjukkan kualitas udara Kota Bogor berada dalam kategori sedang dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 85 µg/m³.

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) selama 24 jam, rata-rata konsentrasi polutan tercatat 69,33 µg/m³.

Article ad in the middle of article

Pemkot Bogor meminta kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, penderita asma, alergi, serta warga dengan gangguan jantung dan pernapasan, membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan.

“Dengan kondisi kualitas udara saat ini, kami mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk lebih waspada dan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan dalam waktu lama,” ujar Kepala Diskominfo Kota Bogor, Ana Ismawati.

Pemantauan fasilitas layanan kesehatan juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah pasien dengan gangguan kesehatan yang dipantau, dari 1.360 pasien pada periode sebelumnya menjadi 1.544 pasien pada periode saat ini.

Kenaikan tersebut mencakup sejumlah gangguan kesehatan, di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan mata, dan gangguan kulit.

Meski demikian, pemerintah daerah menyatakan peningkatan kasus tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikan keterkaitannya dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dinas Kesehatan Kota Bogor bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus kesehatan dan perubahan kualitas udara secara berkala.

Pemantauan dilakukan melalui koordinasi Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, BMKG, dan BPBD untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Article ad after last paragraph