Minggu, 06 September 2026
Hot

Ponpes di Bogor Barat Terbakar, Santri Alami Sesak Napas

Kebakaran melanda sebuah pondok pesantren di Loji, Bogor Barat pada Sabtu (05/09/2026) sore. Sejumlah santri dilarikan ke RS karena mengalami sesak napas. Api diduga bermula dari seorang santri yang bermain api.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEXPRESS, BOGOR – Kebakaran melanda sebuah pondok pesantren di wilayah Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (05/09/2026).

menyebabkan sejumlah santri dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas.

M Ade Nugraha, selaku Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor, mengonfirmasi insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa beberapa santri terpaksa dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.

Article ad in the middle of article

Para santri tersebut membutuhkan penanganan medis segera karena mengalami gangguan pernapasan. Kondisi sesak napas menjadi keluhan utama yang dialami oleh para korban.

“Korban beberapa santri dibawa ke RS karena sesak napas,” Ujar M Ade Nugraha.

Peristiwa kebakaran ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.40 WIB. Ade menjelaskan bahwa api pertama kali muncul akibat kelalaian seorang santri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, kebakaran diduga kuat bermula saat santri tersebut bermain api di lingkungan pesantren. Tindakan ini menyebabkan api dengan cepat membesar dan menyebar.

Santri yang memulai api sempat berupaya untuk memadamkan kobaran. Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil karena api telah terlanjur membesar.

“Berdasarkan informasi di lokasi, awal terjadi kebakaran diduga bermula saat seorang santri bermain api,” Jelas M Ade Nugraha.

Api yang terus membesar membuat situasi menjadi tidak terkendali di area pesantren. Pihak pesantren kemudian dengan sigap menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.

Setelah menerima laporan, tim Damkar Kota Bogor segera bergerak menuju lokasi kejadian di Loji, Bogor Barat. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman setibanya di pondok pesantren tersebut.

Proses pemadaman berlangsung efektif dan cepat, berhasil mengamankan area. Petugas membutuhkan waktu 15 menit untuk memadamkan api secara menyeluruh.

Setelah api berhasil dipadamkan, tahap pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi sisa bara atau potensi kebakaran susulan. Proses pendinginan ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

“Situasi akhir aman terkendali, lama pemadaman 15 menit sementara lama pendinginan 30 menit,” pungkas M Ade Nugraha.

Petugas Damkar memastikan seluruh area telah aman dan terkendali sebelum meninggalkan lokasi. Kejadian ini meninggalkan catatan penting bagi pihak pengelola pesantren terkait keamanan dan pencegahan kebakaran.

Article ad after last paragraph