Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Remaja 12 Tahun Tewas Tergantung di Bogor, Diduga Kecewa Ponsel Digadai

Seorang remaja putri 12 tahun ditemukan tewas tergantung di Cibinong, Bogor, diduga karena kecewa ponselnya digadai orang tua untuk makan sehari-hari. Polisi masih menyelidiki kasus ini.

Article ad before first paragraph

Findy Alfiansyah Penulis

HARIANEWXPRESS, BOGOR – Remaja putri 12 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya, diduga terkait ponsel yang digadaikan orang tua untuk kebutuhan sehari-hari, Rabu (19/8/2026).

Korban ditemukan oleh kakeknya, sekitar pukul 12.30 WIB di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat kejadian, hanya korban dan adiknya yang berusia empat tahun berada di rumah karena kedua orang tuanya sedang bekerja.

Kakek korban masuk ke dalam rumah dan mendapati remaja itu sudah tergantung menggunakan tali kain berwarna hitam putih. Kakek mencoba memberikan pertolongan, namun korban telah meninggal dunia.

Article ad in the middle of article

“Perihal penemuan orang meninggal diduga akibat gantung diri, (korban) jenis kelamin perempuan,” Ujar Kapolsek Cibinong Kompol Jony Handoko dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).

Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan keterangan awal yang mengarah pada dugaan bahwa peristiwa ini karena ponsel korban digadaikan. Ponsel milik siswi SD tersebut digadaikan oleh ibunya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Korban disebut telah berulang kali meminta orang tuanya untuk menebus ponselnya. Namun, orang tua korban belum memiliki cukup uang untuk melakukannya.

“HP milik korban sedang digadaikan oleh ibunya untuk menyambung hidup atau memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Korban sudah sering meminta agar HP-nya ditebus, tetapi orang tuanya belum memiliki cukup uang,” Kata Jony Handoko.

Kompol Jony Handoko menyatakan hasil pemeriksaan tidak menemukan luka akibat kekerasan benda tajam maupun tumpul pada tubuh korban. Penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Mereka telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi.

Artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Bagi individu yang merasakan gejala depresi dengan pemikiran bunuh diri, disarankan segera mencari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Article ad after last paragraph