Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, BOGOR – Sebanyak 34 kebakaran melanda Kabupaten Bogor dalam waktu kurang dari dua bulan, berdasarkan catatan Disdamkarmat, Minggu (12/7/2026).
Dari total kasus tersebut, 12 kejadian merupakan kebakaran lahan, kebun, dan tempat pembuangan sampah. Peningkatan jumlah kebakaran ini dipengaruhi oleh kombinasi cuaca panas ekstrem selama musim kemarau dan faktor kelalaian manusia.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa minimnya curah hujan membuat vegetasi menjadi kering. Kondisi tersebut menyebabkan api lebih mudah muncul dan menyebar ke area yang lebih luas.
“Musim kemarau ini, Juni sampai Juli sudah terjadi 34 kali kebakaran di wilayah Kabupaten Bogor. Sebanyak 12 di antaranya merupakan kebakaran lahan, kebun, pembuangan sampah, dan sejenisnya,” ujar Yudi Santosa.
Yudi menambahkan, faktor aktivitas manusia menjadi pemicu paling dominan terjadinya kebakaran. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menghindari kegiatan yang dapat memicu api.
Disdamkarmat Kabupaten Bogor mengajak masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan dan tidak membuang puntung rokok. Penting juga untuk tidak meninggalkan potensi penyebab api di lingkungan sekitar, karena panas terik saat ini membuat api mudah timbul.
Seluruh lapisan masyarakat diharapkan untuk peduli terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Saling mengingatkan antar warga juga merupakan kunci dalam upaya pencegahan kebakaran.
