Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, BOGOR – Rencana kenaikan tarif BisKita Transpakuan menuai sorotan. Pengguna meminta Pemkot Bogor memperbaiki fasilitas dan pelayanan terlebih dahulu, Minggu (12/7/2026).
Pemkot Bogor mengusulkan kenaikan tarif BisKita Transpakuan dari Rp4.000 menjadi sekitar Rp6.000 hingga Rp7.000 per perjalanan. Rencana tersebut memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.
Sejumlah penumpang menilai kenaikan tarif bukan menjadi persoalan selama diikuti dengan peningkatan kualitas layanan yang mereka terima setiap hari.
Fasilitas halte menjadi salah satu sorotan utama. Pengguna berharap kondisi halte dibuat lebih nyaman, bersih, dan aman agar sebanding dengan tarif yang akan diberlakukan.
Salah satu pengguna, Muryanto (38), warga Jakarta, mengatakan tarif baru dinilai terlalu tinggi apabila fasilitas yang tersedia masih belum mengalami perbaikan.
Menurutnya, halte BisKita Transpakuan masih tertinggal dibandingkan halte Transjakarta, terutama dari sisi kenyamanan dan kebersihan.
Ia menilai bangku di halte masih kurang memadai untuk menampung penumpang, sementara kondisi lingkungan halte juga dinilai kurang terawat.
“Bangkunya kurang luas, enggak kayak Transjakarta. Haltenya juga kurang nyaman, kurang bersih, masih banyak coretan dan sampah. Kalau di Jakarta lebih bersih, ada CCTV juga. Jadi masih banyak yang perlu dibenahi,” Ujar Muryanto.
Selain kebersihan, Muryanto berharap pemerintah juga melengkapi halte dengan fasilitas pendukung, seperti kamera pengawas, penerangan yang memadai, serta area tunggu yang lebih nyaman bagi penumpang.
Ia berharap rencana kenaikan tarif tidak hanya menjadi penyesuaian biaya perjalanan, tetapi juga diiringi peningkatan pelayanan sehingga masyarakat mendapatkan transportasi umum yang aman, nyaman, dan layak digunakan.
