Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, BOGOR – Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa turun hingga 10 sentimeter akibat minimnya curah hujan di kawasan hulu Bogor, Senin (13/7/2026).
Penurunan debit air terjadi seiring berkurangnya intensitas hujan di wilayah Puncak yang menjadi daerah tangkapan air Sungai Ciliwung sejak memasuki musim kemarau pada Juli.
Bendung Katulampa yang menjadi salah satu titik pemantauan kondisi Sungai Ciliwung menunjukkan penyusutan TMA dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Kondisi tersebut dipengaruhi cuaca cerah yang mendominasi kawasan Bogor dalam beberapa waktu terakhir sehingga pasokan air dari hulu terus berkurang.

Meski debit air menurun, aktivitas masyarakat di sekitar Bendung Katulampa tetap berjalan normal. Pengendara sepeda motor tampak melintas di Jembatan Bendung Katulampa tanpa kendala.
Petugas tetap melakukan pemantauan terhadap perubahan tinggi muka air untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
“Penurunan tinggi muka air dipengaruhi minimnya curah hujan di wilayah hulu selama beberapa hari terakhir,” Ujar seorang petugas Bendung Katulampa.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hal yang umum terjadi saat musim kemarau, terutama ketika kawasan Puncak tidak diguyur hujan dalam waktu cukup lama.
“Kami terus memantau perkembangan debit air secara berkala agar informasi kondisi Sungai Ciliwung dapat segera disampaikan kepada masyarakat,” Katanya.
Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat diimbau tetap bijak menggunakan air serta terus mengikuti informasi resmi mengenai kondisi debit Sungai Ciliwung dari instansi terkait.
