Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, BOGOR – Pemkot Bogor mengalokasikan Rp3,9 miliar untuk Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) 2026 bagi 2.536 pelajar, Rabu (15/07/2026).
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Bogor dalam memperluas akses pendidikan bagi siswa yang mengalami keterbatasan ekonomi agar tetap dapat melanjutkan sekolah tanpa terkendala biaya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Bogor, sebanyak 2.536 siswa ditetapkan sebagai penerima manfaat Program Bantuan Siswa Miskin pada tahun anggaran 2026.
Penyaluran bantuan dilakukan setelah melalui proses pendataan dan verifikasi sehingga penerima yang terdaftar benar-benar memenuhi kriteria sebagai keluarga kurang mampu.
Pemkot Bogor menegaskan bahwa BSM merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
“Pendidikan adalah hak setiap anak. Melalui Program Bantuan Siswa Miskin, kami ingin memastikan tidak ada siswa di Kota Bogor yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan ekonomi,” demikian komitmen Pemkot Bogor terhadap pelaksanaan program tersebut.
Dana bantuan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari perlengkapan sekolah hingga biaya penunjang kegiatan belajar mengajar.
Selain membantu kebutuhan pendidikan siswa, program ini juga diharapkan mampu menekan angka putus sekolah dan meningkatkan partisipasi pendidikan di Kota Bogor.
“Alokasi anggaran Rp3,9 miliar ini merupakan investasi bagi masa depan generasi muda. Kami ingin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan yang layak dan berkualitas,” menjadi harapan yang sejalan dengan tujuan pelaksanaan BSM.
Pemkot Bogor memastikan pelaksanaan Program Bantuan Siswa Miskin akan terus diawasi agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi para siswa dan keluarga penerima di tahun 2026.
