Findy Alfiansyah Penulis
HARIAN EXPRESS, BOGOR – Sebagian warga Bogor mendukung wacana kenaikan tarif Transjabodetabek P11 Bogor–Blok M menjadi Rp10.000, asalkan jumlah armada bus ditambah.
Widya (25), salah seorang pengguna, menilai kenaikan tarif ini masih dalam batas wajar. Hal ini mengingat jarak tempuh rute Bogor-Blok M yang cukup jauh.
Ia juga menjelaskan bahwa Bogor merupakan wilayah di luar provinsi penyedia layanan bus. Oleh karena itu, penyesuaian harga dianggap logis.
“Jadi kalau aku fine-fine aja sih kalau untuk harga segitu. Karena kan mengingat juga lumayan jauh ya jaraknya, dan kita juga kan dari luar provinsi penyedia, jadi menurut aku ya wajar aja sih kalau harganya dinaikin,” Ujar Widya.
Widya menegaskan bahwa kenaikan tarif tersebut tidak akan mempengaruhi anggaran pribadinya untuk kebutuhan makan atau wisata. Ia telah menyisihkan dana khusus sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 setiap bulan.
Anggaran tersebut dialokasikan secara khusus untuk penggunaan transportasi umum. Dana ini dinilai cukup untuk perjalanan dengan Transjakarta dan KRL.
